.
Tradisi Seren Taun Merupakan Ungkapan Rasa Syukur

Suatu hari di Desa Pasir Eurih, kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, para Warganya berbondong-bondong dari berbagai RT membuat tandu yang diisi dengan aneka buah, sayuran, dan padi secara swadaya. Tandu dihias sedemikian rupa. Ada pula yang membuat patung hewan yang terbuat dari buah-buahan. Arak-arakan menempuh rute sekitar 1 kilometer menuju kampung budaya melintasi kawasan permukiman penduduk dan persawahan. Sejak pagi mereka memadati jalan desa tempat dimulainya arak-arakan hasil panen bumi (helaran dongdang) menuju Kampung Budaya Sindang Barang.

Perayaan adat suku sunda ini diikuti dari kelas anak-anak sampai sesepuhnya berangkat berbondong-bondong. Sesampainya di kampung budaya, dongdang diperebutkan oleh warga yang mengikuti jalannya tradisi tersebut.

Meskipun penuh sesak dan berdesakan merebutkan hasil panenan yang telah disiapkan jauh-jauh hari. Kerelaan itu tampaknya bukan tanpa alasan melainkan mereka rela melakukannya karena meyakini akan mendapat berkah jika mendapatkannya.

seren_taun1Puncaknya, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen ditandai dengan memasukan padi kedalam lumbung Ratna Inten. Para sesepuh (ketua adat/kokolot--dalam bahasa sunda--red) secara bergiliran memasukan padi disaksikan ratusan warga.

seren_taun2

seren_taun3

seren_taun4Tradisi adat suku sunda ini disebut sebagai Seren Taun yang berjalan hingga sampai pada puncaknya selama enam hari. Tradisi ini tidak hanya diisi kegiatan seni dan budaya, tapi juga dilaksanakan bakti sosial dan siraman rohani.

Agenda Kegiatan